Majas

1. Perumpamaan/ simile
Gaya bahasa perumpamaan memperbandingkan dua hal yang pada hakikatnya berlainan, tetapi dianggap sama.
Contoh : Kelakuan dua orang itu seperti anjing dan kucing

2. Metafora
Metafora adalah sejenis gaya bahsa perbandingan yang membandingkan dua hal secara implisit.
Contoh : Petrus sekarang menjadi sampah masyarakat

3. Personifikasi
Personifikasi, yang disebut pula penginsanan, adalah jenis gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang tidak bernyawa ataupun pad aide yang abstrak.
Contoh : Batu karang tetap tegak tegar meski ombak geram menerjang.

4. Antitesis
Antitesis adalah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan yang dinyatakan dengan kata-kata yang berlawanan.
Contoh : Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian.

5. Pleonasme
Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebenarnya tidak perlu.
Contoh : Benda aneh itu rebang menuju langit tinggi.

6. Tautologi
Tautologi adalah jenis gaya bahasa dengan mengulang kata sama atau menggunakan kata yang memiliki kesamaan arti (bersinonim).
Contoh : Kepedihannya amat sangat menyengsarakan.

7. Perifrasis
Perifrasis adalah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja.
Contoh : Kami datang saat matahri telah tenggelam di ufuk barat.

8. Koreksio (Epanortosis)
Koreksio adalah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula ingin menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memeriksa dan memperbaiki mana-mana yang salah.
Contoh : Dia memuntahkan makannya, eh, maksud saya memakannya dengan lahap.

9. Hiperbola
Hiperbola adalah sejenis gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang melebih-lebihkan baik jumlah ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan menekankan, memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
Contoh : Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia.

10. Litotes
Litotes adalah sejenis majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkankenyataan yang sebenarnya.
Contoh : Kedudukan saya ini sebenarnya tak ada artinya sama sekali.

11. Satire
Satire adalah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan atau terselubung.
Contoh : –

12. Alegori
Alegori adalah gaya bahasa bercerita yang mengandung kiasan yang pada umumnya membandingkan manusia dengan gejala alam.
Contoh : Fabel Kancil dengan Harimau

13.Paradoks
Paradoks adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang seolah-olah berlawanan dengan fakta-fakta yang ada, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.
Contoh : Anak itu merasa kesepian di tengah kota yang ramai ini

14. Klimaks
Klimaks adalah sejenis majas yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya.
Contoh : Setiap guru yang berdiri di depan kelas, haruslah mengetahui, memahami dan menguasai bahan yang diajarkannya.

15.Antiklimaks
Antiklimaks merupakan kebalikan majas klimaks yaitu suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting.
Contoh : Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa, siswa SLTA, SLTP, dan siswa SD.

16. Ironi
Ironi adalah sejenis majas yang berupa pernyataan yang isisnya bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya. (Sindiran)
Contoh : Bagus benar tulisanmu sehingga tak seorang pun bisa membacanya.

17. Sinisme
Sinisme adalah sejenis majas yang merupakan sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati. Seolah-olah menyanjung tetapi menyindir.
Contoh : Memang andalah tokoh yang sanggup menghancurkan desa ini dalam sekejap.

18. Sarkasme
Sarkasme adalah sejenis majas yang mengandung olok-olok atau sindiran yang pedas dan kasar.
Contoh : Kau memang benar-benar tak tahu adat!

19. Metonimia
Metonomia adalah sejenis majas yang menggunakan nama barang, orang, hal atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri.
Contoh : Timornyaa hilang saat parkir di halaman depan.

20. Sinekdoke
Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhan atau sebaliknya.
Contoh : Pada idul adha tahun ini ayah berkorban dengan dua ekor kambing.

21. Alusio
Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung kesuatu persitiwa atau tokoh yang telah umum dikenal orang.
Contoh : Apakan peristiwa Tanjung Priok akan terjadi di sini?

22. Eufinisme
Eufinisme adalah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap merugikan atau yang tidak menyenagkan.
Contoh : Sebentar, saya mau ke kamar kecil dulu!

23.Antonosmasia
Antonosmasia adalah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan nama gelar resmi atau jabatan sebagai pengganti nama diri.
Contoh : Gubernur Sumatra Utara akan meresmikan pembukaan seminar.

24. Paralelisme, Anafora, Epifora
Paralelisme dalah gaya bahsa yang pengulangan biasanya terdapat dalam karya puisi. Pararelisme terbagi dua yaitu anafora dan epifora.
Contoh : Sunyi itu duka, kikisan laut

25. Mesodiplosis
Mesodiplosis adalah sejenis majas berupa pengulangan kata atau frase di tengah – tengah baris atau kalimat secara berturut-turut.
Contoh : Mega telah kusapa

26. Repetisi
Repetisi adalah gaya bahasa dengan mengulang kata atau sebagian kalimat yang dianggap pentinh untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks.
Contoh : Tidak, tidak. Hanya dengan dancow lima menit.

27. Retoris
Retoris adalah gaya bahasa penegasan dengan menggunakan kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban.
Contoh : Apakah mungkin orang yang meniggal dapat hidup kembali.

28. Asindenton
Asindeton adalah semacam gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar akan tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh : Ayah, ibu, anak merupakan inti sebuah keluarga.

29. Polesindeton
Polesideton adalah semacam gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh : Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana.

30. Tropen
Tropen adalah sejenis gaya bahasa yang mempergunakan ungkapan atau kata kiasan yang artinya sejajar dengan arti yang dimaksudkan.
Contoh : Baru saja ia terbang ke Surabaya. (maksudnya naik pesawat).

31. Kontradiksio interminis
Kontradiksio interminis adalah sejenis gaya bahasa berupa pernyataan yang isinya bertentangan dengan yang sudah dikemukakan semula.
Contoh : Seluruh siswa sudah hadir kecuali si Budi.

32. Elipsi
Elipsi adalah gaya bahasa yang mengucapkan kalimat sebahagian, karena lawan bicara sudah dianggap mengerti akan maksudnya.
Contoh : Mau dijelaskan lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: